wah tak terasa sudah begitu lama tidak menulis di blog ini. yup langsung aja dengan bahasan kita mengenai topik yang sama periklanan.
ga kerasa udah beberapa bulan ini bekerja di perusahaan periklanan dan ngga kerasa juga bahwa menjalaninnya begitu berat untuk pertama kalinya.
seberapa pentingkah identitas bagi sebuah brand ? apakah ketika sebuah brand merubah karakternya kita akan meninggalakannya ? bahkan sebuah warna yang berbeda mampu merubah pemikiran seseorang akan sebuah brand ? mengapa hal ini terjadi dan apakah separah itu. contoh sederhananya gua rasakan sendiri. mungkin gua bukanlah seorang pengguna sejati sebuah website tertentu tapi gua cukup membutuhkan website tersebut ketika mencari informasi. setelah beberapa bulan fakum menggunakan web tersebut alangkah terkejutnya setelah akhirnya masuk kembali ke dalam situs. tampilannya drastis berubah dengan warna dominan yang agak berbeda. apakah serta merta gua langusng merasa ada yang berbeda dan memutuskan untuk ngga menggunakn web tersebut ? ngga juga hanya saja tersa ada waktu menggunakannya lagi karena secara tampilan web tersebut emang sedikit berbeda
Minggu, 19 Agustus 2012
Kamis, 08 September 2011
minggu ini jalanan jakarta nampak tidak seramia biasanya. antrian motor menuju pusat kota tidak seramai sebelumnya.. kenapa ya ? mungkin masih banyak yang belum beraktifitas lantaran baru seminggu yang lalu masyarakat Indonesia merayakan haari lebaran. walau sudah masuk hari kerja tapi jakarta sungguh berbeda dari biasanya tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi....
Rabu, 07 September 2011
siapa yang jago ? pembuat atau pemakainya
sering terpikir bahwa hebat benar orang-orang yang membuat program macam photoshop, illustrator dan program-program desain lainnya. Dengan bantuan program tersebut banyak orang menjadi begitu mudah membuat suatu karya seni. Mungkin dulunya orang yang tidak menggambar tangan akan sangat sulit membuat suatu karya seni gambar tapi sekarang hanya bermodalkan konsep di kepala orang bisa membuat sesuatu yang luar biasa keren. sesutu yang tidak biasa dan sebagainya.
semakin tinggi kemahiran orang memainkan program desain maka akan semakin tinggi pula kemampuannya mengkreasikan karya seninya. banyak para deseainer yang menghasilkan gambar dengan sudut pandang baru menggunakanbantuan program tersebut, pertanyaanya adalah siapa yang paling tahu dan mengerti fitur-fitru program desain ? tentu pastilah para pembuat program tersebut yang berarti mereka sangat mahir menciptakan karya-karya yang menarik ? apakah iya ?
semakin tinggi kemahiran orang memainkan program desain maka akan semakin tinggi pula kemampuannya mengkreasikan karya seninya. banyak para deseainer yang menghasilkan gambar dengan sudut pandang baru menggunakanbantuan program tersebut, pertanyaanya adalah siapa yang paling tahu dan mengerti fitur-fitru program desain ? tentu pastilah para pembuat program tersebut yang berarti mereka sangat mahir menciptakan karya-karya yang menarik ? apakah iya ?
membuat dan memanipulasi
Sewaktu masih bergelut dengan bangku kampus... tidak pernah terpikir bahwa untuk membuat sesuatu karya digital harus menggunakan software lain. yang terpikir hanyalah photoshop dan photoshop. semua itu terjadi karena menggunakan program dari adobe tersebut terasa begitu mudah dan sederhana sehingga sering terpikir bahwa membuat apapun bisa menggunakan program yang satu ini. tetapi setelah beberapa hari masuk ke lingkungan baru, lingkungan yang lebih nyata barulah terasa bahwa betap kecilnya pengetahuan akan program seni digital yang dikuasai. Ingin rasanya menarik semua ucapan bahwa dengan photoshop semua bisa dibuat. Kenyataan inipun memutarbalikan fakta bahwa selama ini bukan proses penciptaanlah yang dilakukan melainkan proses manipulasi gambar yang dilakukan. mengambil gambar yang sudah jadi lalu mengggabungkannya menjadi sebuah bentuk yang baru bahkan terkadang tidak terlalu jauh bedanya. Sulit, sangat sulit.. ketika bertahun-tahun hanya memanipulasi gambar kehidupan nyata menuntuk penciptaan sebuah objek yang baru dan segar ditambah minimnya pengalaman membuat semunya menjadi berantakan.... tap
Minggu, 07 Agustus 2011
Susahnya mencari copy
enam sudah terlewati masa-masa percobaan menjadi seorang pengiklan. sehari-hari dikejar deadline dan juga pergi kesana kemari bertemu pembimbing. sudah mantap rasanya ide yang dalam genggaman sudah mantap pula eksekusi di depan mata sampai akhirnya munculah petaka itu. Presentasi di depan pembimbing, dari semua diskusi yang dilakuakn tidak ada satupun masalah yang berarti ketika membahas eksekusi yang petaka justru tulisan kecil yang menempel di ujung- setiap iklan cetak. berjam-jam, berhari-hari selalu berusaha mencoba membenahi kalimat tersebut tapi tak kunjung direstui.. aneh memang kalo sudah berbicara kaliber, ketika kalimat-kalimat ini di bahas bersama tim atau teman sejawat semua sepakat bahwa itu ide hebat. Tapi aneh dan berbeda ketika semua itu dihadapkan pada seorang pembimbing.. " ah, ga seru" selalu dan selalu kalimat itu yang keluar setiap kali kami pergi berbincang. sebuah kesimpulanpun muncul sulitnya mencari seorang pnulis nashak iklan yang hebat.. sekalipun hanya satu dua kalimat yang dikeluarkan tapi tidak semua orang bisa melakukannya..
Kekuatan gambar
ada yang mengatakan kalau sebuah gambar itu beribu maknanya.. karena sebuah gambar yang sama belum tentu memiliki kesan yang sama juga pada setiap orang yang melihatnya. Selama tiga tahun mengenyam periklanan di kampus setiap hari, setiap dosen selalu menekankan akan pentingnya pesan utama yang ingin kita ungkapkan pada khalayak terget kita. Segila apapun ide yang kita buat semuanya tidak akan berarti kalau pesan yang ingin kita sampaikan tidak sampai pada tujuan. Untuk alasan itu mungkin akan lebih mudah beriklan dengan cara menyampaikan pesan menggunakan sebuah kalimat ketimbang gambar. karena lebih jelas dan juga lebih universal mungkin. Tapi entah kenapa belakangan ini penggunaan gambar pada iklan-iklan belakangan ini begitu gencar dilakukan, bahkan di sebuah situs iklan ternama di dunia semua iklan cetak hampir secara keseluruhan menonjolkan gambar dengan sebuah kalimat kecil di ujung gambar atau bahkan tanpa kalimat sama sekali.
kalau kita kembali ke era 90-an di mana proses digitalisasi belum sedahsyat sekarang umumnya iklan-iklan cetak yang ada masih memberikan ruang untuk body copy atau kalimat penjelasan untuk iklan yang ditampilkan tetapi sekarang ruang untuk sebuah kaimat penjelasan rasanya semakin mengecil bahkan ditiadakan. kembali ke kalimat awal bahwa sebuah gambar akan memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang yang melihat dan juga inti utama dari sebuah iklan adalah pesan utama yang ingin kita sampaikan tentu akan terasa berlawanan dengan perubahan model iklan saat ini yang hanya memperkuat isi visualnya tanpa memberi pernjelasan apa yang ingin disampaikan oleh iklan tersebut. Mungkinkah kemajuan teknologi digital semakin mempermudah orang-orang dalam memaknai seuah gambar.. ?
kalau kita kembali ke era 90-an di mana proses digitalisasi belum sedahsyat sekarang umumnya iklan-iklan cetak yang ada masih memberikan ruang untuk body copy atau kalimat penjelasan untuk iklan yang ditampilkan tetapi sekarang ruang untuk sebuah kaimat penjelasan rasanya semakin mengecil bahkan ditiadakan. kembali ke kalimat awal bahwa sebuah gambar akan memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang yang melihat dan juga inti utama dari sebuah iklan adalah pesan utama yang ingin kita sampaikan tentu akan terasa berlawanan dengan perubahan model iklan saat ini yang hanya memperkuat isi visualnya tanpa memberi pernjelasan apa yang ingin disampaikan oleh iklan tersebut. Mungkinkah kemajuan teknologi digital semakin mempermudah orang-orang dalam memaknai seuah gambar.. ?
Sabtu, 18 September 2010
Hal sepele
Seperiti biasa, dihari minggu yang cerah nan biru paling asik bangun lalu menyalakan komputer dilanjutkan membuka jejaring sosial untuk sekedar mengecek status. Tanpa sengaja kursur ini berhenti pada status bertuliskan ANJING!!! hmm.. aneh juga ngeliatnya. kenapa nih orang, ko statusnya ambigu begini. Mungkin baru ngeliat anjing lewat atau mungkin sebuah ungkapan kebencian pada seseorang, yang jelas masih tanda tanya.
Lanjut browsing & buka - buka inbox lalu kembali ke home seketika sudah muncul sebuah komentar menanggapai status tersebut dan ternyata tidak jauh beda dengan status utamanya " lw yang anjing". hmm berarti kemungkanannya kalimat itu memang tertuju ke kemungkinan kedua.
Kejadian ini mengingatkan pada sebuah perbincangan bersama seorang dosen di kampus yang mengatakan bahwa penggunaan tools yang berbeda namun inti pesannya sama bisa sangat berbeda dampaknya.
Misal dalam kasus ini seseorang menulis anjing pada statusnya di facebook bisa berdampak berbeda apabila dia menggunakan gambar anjing di statusnya tersebut. Tapi, semua itu lagi - lagi tergantung konteks, tambah pa dosen menjelaskan. Menurut beliau setiap kebudyaan memiliki pemaknaan tersendiri pada sebuah benda. Mungkin di Amerika gambar dan tulisan keledai bisa bermakna kebodohon, tapi di indonesia belum tentu sama hasilnya sehingga sangat - sangat kontekstual.
Bagi seorang mahasiswa iklan seperti saya tentu hal ini sangat penting untuk diperhatikan. dimana kita harus tahu dan bisa memilih tools mana yang lebih impactfull penggunaannya dalam membuat sebuah iklan apakah menggunakan gambar atau tulisan.
Sebuah pengalaman pribadi ketika membuat sebuah print ad. Sebagai sebuah tim terkadang kami hanya tertuju pada hasil grafis yang sempurna dan apik padahal bisa saja penggunan tulisan dan warna yang sesuai bisa memberi impact yang jauh lebih powerfull. mungkin hal ini yang sering para dosen ingatkan pada kami mahasiswa. Analisis yang kuat dan terus berlatih untuk mencapai sensitifitas dalam berkarya. CMIIW :b
Lanjut browsing & buka - buka inbox lalu kembali ke home seketika sudah muncul sebuah komentar menanggapai status tersebut dan ternyata tidak jauh beda dengan status utamanya " lw yang anjing". hmm berarti kemungkanannya kalimat itu memang tertuju ke kemungkinan kedua.
Kejadian ini mengingatkan pada sebuah perbincangan bersama seorang dosen di kampus yang mengatakan bahwa penggunaan tools yang berbeda namun inti pesannya sama bisa sangat berbeda dampaknya.
Misal dalam kasus ini seseorang menulis anjing pada statusnya di facebook bisa berdampak berbeda apabila dia menggunakan gambar anjing di statusnya tersebut. Tapi, semua itu lagi - lagi tergantung konteks, tambah pa dosen menjelaskan. Menurut beliau setiap kebudyaan memiliki pemaknaan tersendiri pada sebuah benda. Mungkin di Amerika gambar dan tulisan keledai bisa bermakna kebodohon, tapi di indonesia belum tentu sama hasilnya sehingga sangat - sangat kontekstual.
Bagi seorang mahasiswa iklan seperti saya tentu hal ini sangat penting untuk diperhatikan. dimana kita harus tahu dan bisa memilih tools mana yang lebih impactfull penggunaannya dalam membuat sebuah iklan apakah menggunakan gambar atau tulisan.
Sebuah pengalaman pribadi ketika membuat sebuah print ad. Sebagai sebuah tim terkadang kami hanya tertuju pada hasil grafis yang sempurna dan apik padahal bisa saja penggunan tulisan dan warna yang sesuai bisa memberi impact yang jauh lebih powerfull. mungkin hal ini yang sering para dosen ingatkan pada kami mahasiswa. Analisis yang kuat dan terus berlatih untuk mencapai sensitifitas dalam berkarya. CMIIW :b
Langganan:
Postingan (Atom)